Konvensional artinya umum atau dianut kebanyakan orang. Sedangkan unkonvensional artinya tidak umum atau jarang dilakukan. Pola pikir konvensional dan unkonvensional adalah pola pikir yang menjadi pilihan bagi para pebisnis. Bisnis apa yang akan Anda bangun? ide bisnis apa yang akan Anda realisasikan? semuanya tergantung pada pola pikir yang Anda anut.

Pola pikir konvensional penerapannya dalam bisnis adalah pola pikir untuk menjalankan sebuah bisnis sesuai prosedur atau pada umumnya. Yakni membangun sebuah bisnis dengan mengikuti aturan pada umumnya. Sebagai contoh, pola pikir konvensional dalam bisnis minuman ringan, proses yang dilakukan adalah membuat minuman, menawarkan, lalu menjual. Sesuai apa yang menjadi pola pikir kebanyakan orang.

Sedangkan pola pikir unkonvensional penerapannya dalam bisnis adalah pola pikir untuk menjalankan bisnis dengan tidak menaati prosedur atau mengembangkan cara yang sudah ada sehingga terlihat berbeda atau tidak biasa dilakukan orang pada umumnya. Sebagai contoh, pola pikir unkonvensional dalam bisnis makanan snack, membuat makanan snack, menawarkannya, lalu menjualnya secara gratis. Nah, sudah ketemu perbedaan antara konvensional dan unkonvensional?

Sebagai seorang pebisnis kita dituntun memiliki pola pikir sendiri. Apakah Anda akan menggunakan pola pikir konvensional atau unkonvensional itu terserah Anda. Sebagai bahan pertimbangan berikut probisnis.NET berikan perbandingan,

(1) Dalam pola pikir konvensional seorang pebisnis akan menjalankan bisnisnya sesuai dengan prosedur atau cara pada umumnya. Yakni membuat, promosi, menjual. Tidak ada yang aneh atau berbeda. Dengan cara tersebut maka hasilnya sudah bisa ditebak yakni terjual atau tidak terjual. Dengan menerapkan cara tersebut dalam membangun sebuah bisnis akan memiliki keuntungan yakni bisnis yang kita jalankan akan mendapat hasil sesuai apa yang diharapkan pada umumnya. Bahasa kiasannya yakni kita akan mendapat “titik aman” dalam mendapatkan hasil karena bisnis yang kita jalankan sesuai tata cara pada umumnya.

(2) Dalam pola pikir unkonvensional seorang pebisnis akan menjalankan bisnisnya tidak sesuai dengan prosedur yang ada atau melenceng dari harapan umum. Jika pada umunya berbisnis untuk mendapatkan hasil, maka dalam pola pikir unkonvensional berbisnis untuk mendapatkan rugi. Seperti itu kira-kira permisalannya. Nah, jika diterapkan atau dikembangkan dalam berbisnis maka kita akan membangun bisnis unkonvensional atau bisnis yang tidak umum. Nah, dari kata tidak umum itulah maka orang akan melihat bisnis kita aneh atau jarang ditemui dan itulah poin penting dari pola pikir ini. Menjadi beda. Dengan menjadi beda dari yang lain Anda akan menemukan cara-cara kreatif unik yang potensi keuntungannya bisa jauh lebih besar ketimbang bisnis dengan pola pikir umum atau konvensional.

Nah, di antara keduanya mana yang akan Anda anut?