Menumpas Cara Menjadi Agen Properti yang Sukses

jasa agen properti

Menjadi agen properti (jual-beli dan sewa) adalah peluang usaha sampingan yang sangat menggiurkan. Pasarnya luar biasa besar. Lagipula, menjalani bisnis tak perlu waktu khusus. Semuanya bisa dibuat fleksibel. Hanya perlu mengalokasikan 5-7 jam per minggunya.

Usaha ini juga tidak diperlukam modal besar, karena yang kita pasarkan adalah properti milik orang lain, kita hanya sebagai agen. Dana yang harus dipersiapkan mungkin hanya biaya koran. Mungkin juga perlu mencetak foto-foto rumah yang sedang dipasarkan, baik tampak luar maupun tampak dalam.

Kalau berhasil menjual unit properti, biasanya kita mendapat fee sebesar 2% dari penjual. Bayangkan saja bila kita berhasil menjual rumah mewah di Pondok Indah seharga Rp. 7 miliar, uang yang mengalir ke kantung kita tak kurang dari Rp. 140 juta.

Tapi, tentu praktik kerjanya tidak semudah itu. Diperlukan keahlian bernegosiasi. Kita harus berjuang agar mendapat kepercayaan penuh, baik pihak penjual maupun pihak pembeli. Selain ahli bernegosiasi, modal ultama bisnis ini adalah jaringan relasi yang luas. Akses ke kalangan perbankan juga sangatlah vital. Sebagai perantara, kita tak hanya sekedar menjual, tapi juga menawarkan solusi yang terbaik bagi pembeli.

Broker properti adalah usaha yang sudah terlalu banyak saingan. Begitu banyak agen properti, baik lokal maupun asing, yang namanya telah melegenda. Tetapi, masih ada relung pasar (niche market) yang tidak sempat mereka sentuh. Di situlah peluang kita sebagai broker perseorangan.

Karena terlalu banyak memegang stok, kadang-kadang agen properti besar justru product knowledge nya yang buruk. Mereka tidak paham detail dari spesifikasi properti yang dipasarkan. Kita bisa memanfaatkan kelemahan mereka, dengan melengkapi pengetahuan product knowledge. Maklum saja, yang bertemu langsung dengan calon pembeli adalah para marketing executive atau marketing associates yang kadang-kadang tak begitu paham kebutuhan konsumen.

Kita harus dapat memahami apa yang dibutuhkan, diinginkan, dan diimpikan oleh calon buyer. Kita harus bisa mengaitkannya dengan spesifikasi teknik properti yang hendak dijual. Berapa luas tanah dan bangunannya, status kepemilikan, menghadap ke mana, akses jalan, kemungkinan pengembangan wilayah di sekitarnya. Bahkan juga harus paham rincian interior dan eksteriornya. Kita juga harus melihat properti itu dari sudut pandang feng shui atau hong shui , mengingat banyaknya orang Tionghoa yang menjadi pasar potensial bagi properti menengah ke atas. Sangat beruntung apabila kita bisa memberi calon buyer alternatif renovasi terbaik. Lebih bagus lagi kalau kita bisa membantu calon buyer merancang cara pembayaran melalui bank.